Jika Suami Cemburu pada Si Kecil
Mei 15, 2020 in Pendidikan
Kehadiran anak di tengah-tengah keluarga tentu membawa perubahan sangat besar dalam kehidupan pasangan suami-istri (Pasutri). Fokus perhatian orangtua kemudian akan lebih banyak tercurah pada si jabang bayi. Karena konsentrasi tercurah pada si kecil, yang kerap terjadi kemudian, salah satu pasangan akan sedikit tersisih. Akibatnya, ada pihak yang merasa terabaikan. Biasanya, pihak suami mengalami kekurangan perhatian istri, yang mungkin mendorong munculnya rasa cemburu kepada anak.
Suami cemburu kepada Si Kecil? Para ahli kesehatan jiwa mengatakan, hal itu memang lumrah terjadi. Kehadiran anak otomatis memberi tanggung jawab baru bagi Pasutri untuk mengurus, merawat hingga mendidik Si Kecil. Apalagi jika sejak awal, pihak suami tidak mempersiapkan diri secara mental terkait perubahan kondisi dalam rumah tangga.
Meski demikian, hal tersebut bisa diantisipasi dan ditanggulangi. Ini caranya:
- Proaktif
Sebagai langkah antisipasi, pihak istri harus proaktif melakukan komunikasi beberapa waktu sebelum jabang bayi lahir ke dunia. Informasikan kepada calon ayah, bahwa hingga enam bulan usia bayi, maka perhatian Ibu akan terpusat pada Si Kecil, baik secara fisik, dan psikologis.
- Libatkan suami mengurus anak
Membiarkan suami terlibat dalam pengurusan bayi juga dapat mengurangi kemungkinan suami cemburu kepada Si Kecil. Latih dan beri kesempatan suami untuk ikut mengurus Si Kecil. Seperti mengganti popok, memandikan, mengajaknya berjemur, hingga menyiapkan susu atau makanan pendamping ASI. Keterlibatan ayah akan memperkecil kemungkinan munculnya rasa cemburu.
- Terbuka
Komunikasi terbuka antara suami dan isteri harus selalu dijaga. Jika sudah telanjur terjadi, suami merasa cemburu pada si kecil, yang harus segera dilakukan adalah mengkomunikasikannya. Jangan biarkan perasaan terabaikan itu terus terpendam dan berlarut. Karena, bukan tidak mungkin, perasaan cemburu kecil bila terakumulasi bisa berubah jadi benci kepada pasangan atau anaknya sendiri.
- Quality time
Manfaatkan waktu luang. Saat si kecil tidur, saat si kecil asik bermain, atau saat si kecil belum bangun dipagi hari, gunakan waktu-waktu tersebut sebagai quality time untuk menjalin kedekatan dengan suami. Anda bisa menonton TV bersama, makan malam berdua, atau berbincang tentang aktivitas di hari itu. Karena itu, kedua pasangan harus pandai-pandai berbagi peran saat merawat dan mengasuh anak, agar kemesraan keduanya tetap hangat terjaga.
Kamu mungkin tertarik dengan
Perhatikan Protokol Kesehatan Keluarga Saat Pandemi, Ini Panduannya
oleh janethes / Mei 15, 2020
Perhatikan Protokol Kesehatan Keluarga Saat Pandemi, Ini Panduannya
Lingkungan keluarga adalah lingkungan terkecil ...
oleh janethes / Mei 15, 2020
Anak-Anak Wajib Pakai Masker saat Pandemi, Kecuali ini
oleh janethes / Mei 15, 2020
Anak-Anak Wajib Pakai Masker saat Pandemi, Kecuali ini
Berdasarkan rekomendasi WHO, anak wajib ...
oleh janethes / Mei 15, 2020
Keuntungan Pernikahan Jarak Jauh
oleh janethes / Mei 15, 2020
Keuntungan Pernikahan Jarak Jauh
Menjalani kehidupan pernikahan jarak jauh ...
oleh janethes / Mei 15, 2020
Risiko dalam Pernikahan Jarak Jauh
oleh janethes / Mei 15, 2020
Risiko dalam Pernikahan Jarak Jauh
Karir dan pekerjaan biasanya menjadi ...
oleh janethes / Mei 15, 2020
Panduan Wisata Keluarga di Era New Normal
oleh janethes / Mei 15, 2020
Panduan Wisata Keluarga di Era New Normal
Wabah virus corona yang melanda ...
oleh janethes / Mei 15, 2020
Sikap yang Benar Ketika Orang Dekat Terinfeksi Covid-19
oleh janethes / Mei 15, 2020
Sikap yang Benar Ketika Orang Dekat Terinfeksi Covid-19
Di tengah pandemi Covid-19 ini, ...
oleh janethes / Mei 15, 2020